Backstagers Jatim Tegaskan Komitmen Dukung Ekonomi Kreatif, Dorong Pemerintah Beri Ruang bagi Industri Event

Komitmen Backstagers Jatim dukung Industri Kreatif

Kunjungan Forum Event Jawa Timur ke Kadin Jatim menjadi momentum untuk menyuarakan dampak efisiensi anggaran 2026 terhadap industri event management dan ekosistem ekonomi kreatif.

Komitmen Backstagers Jatim dukung Industri Kreatif

Dokumentasi kunjungan Forum Event Jawa Timur ke Kadin Jawa Timur yang diinisiasi oleh Backstagers DPD Jawa Timur.

5 asosiasi industri event
Hingga 65% kinerja dan omzet
Sekitar 1,2 juta orang di Jatim

SURABAYA, 28 April 2026: DPD Forum Backstagers Indonesia Jawa Timur menegaskan komitmennya untuk terus mendukung penguatan sektor ekonomi kreatif di Jawa Timur, khususnya industri event management dan MICE yang selama ini menjadi penggerak banyak rantai ekonomi daerah.

Komitmen tersebut disampaikan dalam kunjungan dan silaturahmi Forum Event Jawa Timur ke Kamar Dagang dan Industri Jawa Timur di Graha Kadin Jatim, Surabaya, Senin (27/4/2026). Kunjungan ini diinisiasi oleh Backstagers DPD Jawa Timur bersama sejumlah asosiasi industri event, yakni Ivendo Jatim, Asperapi Jatim, Rental Indonesia, dan Event Owners.

Backstagers DPD Jatim memandang industri event bukan sekadar aktivitas seremonial, melainkan bagian penting dari ekosistem ekonomi kreatif. Di dalam satu penyelenggaraan event, terdapat keterlibatan banyak subsektor mulai dari pariwisata, perhotelan, transportasi, makanan dan minuman, UMKM, talent, desain, dekorasi, produksi panggung, audio visual, hingga pekerja lepas kreatif.

Namun, memasuki tahun 2026, kebijakan efisiensi anggaran pemerintah memberikan tekanan negatif yang signifikan bagi sektor ekonomi kreatif, salah satunya industri event management. Berdasarkan data kuartal I 2026 yang disampaikan dalam pertemuan tersebut, kinerja dan omzet industri event di Jawa Timur mengalami penurunan hingga 65 persen.

Efisiensi Anggaran Menekan Industri Event

“Kuartal pertama ini penurunannya sampai 65 persen, baik dari sisi kinerja maupun omzet. Ini angka yang sangat besar. Jangan sampai di kuartal kedua nanti pelaku industri event kembali menjual aset seperti saat Covid.” Lukman Sadaya, Ketua DPD Forum Backstagers Indonesia Jawa Timur

Lukman menjelaskan, setelah sempat menemukan napas baru pascapandemi, industri event kembali menghadapi tekanan berat akibat kebijakan efisiensi. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada perusahaan event organizer, tetapi juga pada jaringan pekerja kreatif, vendor produksi, penyedia perlengkapan, hingga pelaku UMKM yang selama ini bertumbuh melalui berbagai kegiatan event.

Menurutnya, Backstagers DPD Jatim berkepentingan memastikan suara pelaku industri event didengar oleh pemangku kebijakan. Sebab, industri event memiliki daya ungkit ekonomi yang luas dan menjadi ruang kerja bagi banyak tenaga ahli kreatif di Jawa Timur.

Dari sisi ketenagakerjaan, sektor ini juga memiliki kontribusi besar. Berdasarkan data 2025 yang dipaparkan dalam forum tersebut, sekitar 1,2 juta tenaga kerja di Jawa Timur menggantungkan hidup pada industri event dan turunannya. Tekanan efisiensi anggaran membuat banyak pekerja, terutama pekerja lepas, kehilangan ruang kerja.

Pengurangan tenaga kerja juga terjadi di tingkat perusahaan. Sebelum tekanan berulang pascapandemi dan efisiensi anggaran, satu perusahaan event dapat memiliki 20 hingga 25 karyawan in-house. Saat ini, rata-rata hanya tersisa 2 hingga 4 orang, atau turun sekitar 60 sampai 70 persen.

Event Bukan Pemborosan

“Kami ingin menegaskan bahwa insan event bukan sekadar tenaga informal. Mereka adalah tenaga ahli yang bekerja dengan perencanaan, manajemen risiko, kreativitas, teknis produksi, komunikasi, hingga eksekusi lapangan. Event bukan pemborosan, tetapi instrumen penggerak ekonomi kreatif dengan multiplier effect yang luas.” Toufan Widhi Hatmoko, Sekretaris Daerah Backstagers Jawa Timur

Toufan menambahkan, cara pandang terhadap event perlu diperluas. Event tidak seharusnya hanya dilihat sebagai pengeluaran, melainkan sebagai aktivitas ekonomi yang menghubungkan banyak sektor, menciptakan transaksi, membuka kesempatan kerja, serta memperkuat promosi daerah dan ekosistem ekonomi kreatif.

Backstagers DPD Jatim juga menilai perlunya kejelasan posisi industri event dalam struktur kebijakan pemerintah, termasuk nomenklatur, KBLI, standar kompetensi, dan kategori usaha dalam sistem pengadaan. Ketidakjelasan tersebut membuat pelaku industri kerap menghadapi kendala administrasi, meskipun kontribusinya nyata bagi perekonomian.

Dorongan kepada Pemerintah

Dalam pertemuan tersebut, Ketua Umum Kadin Jawa Timur Adik Dwi Putranto menilai Industri Event dan MICE memiliki peran strategis dalam perekonomian dan tidak semestinya dimasukkan sebagai sektor yang terdampak pemangkasan anggaran secara menyeluruh. Menurutnya, Industri Event dan MICE mendukung banyak sektor, termasuk UMKM, dan memiliki efek turunan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Kadin Jawa Timur juga mendorong pelaku Industri Kreatif untuk semakin adaptif terhadap arah kebijakan nasional, mulai dari pangan, energi, green economy, pengembangan SDM, digitalisasi, hingga kreativitas. Di sisi lain, pelaku Industri juga diharapkan semakin profesional dalam menyusun proposal kegiatan dengan indikator transaksi dan dampak ekonomi yang lebih terukur.

Sebagai tindak lanjut, Kadin Jawa Timur menyatakan akan menyusun pernyataan resmi untuk mendorong perhatian pemerintah terhadap sektor Industri Kreatif. Backstagers DPD Jatim menyambut baik langkah tersebut sebagai bagian dari upaya bersama menjaga keberlanjutan ekosistem ekonomi kreatif Jawa Timur.

Melalui kunjungan ini, Backstagers  DPD Jatim menegaskan posisinya sebagai wadah yang peduli, mendukung, dan memperjuangkan keberlanjutan sektor ekonomi kreatif, khususnya industri event management. Backstagers DPD Jatim berharap kebijakan efisiensi anggaran dapat dijalankan secara lebih proporsional, dengan tetap mempertimbangkan dampak ekonomi, sosial, dan ketenagakerjaan yang ditimbulkan bagi pelaku industri di daerah.

Kunjungan Forum Event Jawa Timur ke Kadin Jatim menjadi momentum untuk menyuarakan dampak efisiensi anggaran 2026 terhadap industri event management dan ekosistem ekonomi kreatif.

Komitmen Backstagers Jatim dukung Industri Kreatif

Dokumentasi kunjungan Forum Event Jawa Timur ke Kadin Jawa Timur yang diinisiasi oleh Backstagers DPD Jawa Timur.

5 asosiasi industri event
Hingga 65% kinerja dan omzet
Sekitar 1,2 juta orang di Jatim

SURABAYA, 28 April 2026: DPD Forum Backstagers Indonesia Jawa Timur menegaskan komitmennya untuk terus mendukung penguatan sektor ekonomi kreatif di Jawa Timur, khususnya industri event management dan MICE yang selama ini menjadi penggerak banyak rantai ekonomi daerah.

Komitmen tersebut disampaikan dalam kunjungan dan silaturahmi Forum Event Jawa Timur ke Kamar Dagang dan Industri Jawa Timur di Graha Kadin Jatim, Surabaya, Senin (27/4/2026). Kunjungan ini diinisiasi oleh Backstagers DPD Jawa Timur bersama sejumlah asosiasi industri event, yakni Ivendo Jatim, Asperapi Jatim, Rental Indonesia, dan Event Owners.

Backstagers DPD Jatim memandang industri event bukan sekadar aktivitas seremonial, melainkan bagian penting dari ekosistem ekonomi kreatif. Di dalam satu penyelenggaraan event, terdapat keterlibatan banyak subsektor mulai dari pariwisata, perhotelan, transportasi, makanan dan minuman, UMKM, talent, desain, dekorasi, produksi panggung, audio visual, hingga pekerja lepas kreatif.

Namun, memasuki tahun 2026, kebijakan efisiensi anggaran pemerintah memberikan tekanan negatif yang signifikan bagi sektor ekonomi kreatif, salah satunya industri event management. Berdasarkan data kuartal I 2026 yang disampaikan dalam pertemuan tersebut, kinerja dan omzet industri event di Jawa Timur mengalami penurunan hingga 65 persen.

Efisiensi Anggaran Menekan Industri Event

“Kuartal pertama ini penurunannya sampai 65 persen, baik dari sisi kinerja maupun omzet. Ini angka yang sangat besar. Jangan sampai di kuartal kedua nanti pelaku industri event kembali menjual aset seperti saat Covid.” Lukman Sadaya, Ketua DPD Forum Backstagers Indonesia Jawa Timur

Lukman menjelaskan, setelah sempat menemukan napas baru pascapandemi, industri event kembali menghadapi tekanan berat akibat kebijakan efisiensi. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada perusahaan event organizer, tetapi juga pada jaringan pekerja kreatif, vendor produksi, penyedia perlengkapan, hingga pelaku UMKM yang selama ini bertumbuh melalui berbagai kegiatan event.

Menurutnya, Backstagers DPD Jatim berkepentingan memastikan suara pelaku industri event didengar oleh pemangku kebijakan. Sebab, industri event memiliki daya ungkit ekonomi yang luas dan menjadi ruang kerja bagi banyak tenaga ahli kreatif di Jawa Timur.

Dari sisi ketenagakerjaan, sektor ini juga memiliki kontribusi besar. Berdasarkan data 2025 yang dipaparkan dalam forum tersebut, sekitar 1,2 juta tenaga kerja di Jawa Timur menggantungkan hidup pada industri event dan turunannya. Tekanan efisiensi anggaran membuat banyak pekerja, terutama pekerja lepas, kehilangan ruang kerja.

Pengurangan tenaga kerja juga terjadi di tingkat perusahaan. Sebelum tekanan berulang pascapandemi dan efisiensi anggaran, satu perusahaan event dapat memiliki 20 hingga 25 karyawan in-house. Saat ini, rata-rata hanya tersisa 2 hingga 4 orang, atau turun sekitar 60 sampai 70 persen.

Event Bukan Pemborosan

“Kami ingin menegaskan bahwa insan event bukan sekadar tenaga informal. Mereka adalah tenaga ahli yang bekerja dengan perencanaan, manajemen risiko, kreativitas, teknis produksi, komunikasi, hingga eksekusi lapangan. Event bukan pemborosan, tetapi instrumen penggerak ekonomi kreatif dengan multiplier effect yang luas.” Toufan Widhi Hatmoko, Sekretaris Daerah Backstagers Jawa Timur

Toufan menambahkan, cara pandang terhadap event perlu diperluas. Event tidak seharusnya hanya dilihat sebagai pengeluaran, melainkan sebagai aktivitas ekonomi yang menghubungkan banyak sektor, menciptakan transaksi, membuka kesempatan kerja, serta memperkuat promosi daerah dan ekosistem ekonomi kreatif.

Backstagers DPD Jatim juga menilai perlunya kejelasan posisi industri event dalam struktur kebijakan pemerintah, termasuk nomenklatur, KBLI, standar kompetensi, dan kategori usaha dalam sistem pengadaan. Ketidakjelasan tersebut membuat pelaku industri kerap menghadapi kendala administrasi, meskipun kontribusinya nyata bagi perekonomian.

Dorongan kepada Pemerintah

Dalam pertemuan tersebut, Ketua Umum Kadin Jawa Timur Adik Dwi Putranto menilai Industri Event dan MICE memiliki peran strategis dalam perekonomian dan tidak semestinya dimasukkan sebagai sektor yang terdampak pemangkasan anggaran secara menyeluruh. Menurutnya, Industri Event dan MICE mendukung banyak sektor, termasuk UMKM, dan memiliki efek turunan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Kadin Jawa Timur juga mendorong pelaku Industri Kreatif untuk semakin adaptif terhadap arah kebijakan nasional, mulai dari pangan, energi, green economy, pengembangan SDM, digitalisasi, hingga kreativitas. Di sisi lain, pelaku Industri juga diharapkan semakin profesional dalam menyusun proposal kegiatan dengan indikator transaksi dan dampak ekonomi yang lebih terukur.

Sebagai tindak lanjut, Kadin Jawa Timur menyatakan akan menyusun pernyataan resmi untuk mendorong perhatian pemerintah terhadap sektor Industri Kreatif. Backstagers DPD Jatim menyambut baik langkah tersebut sebagai bagian dari upaya bersama menjaga keberlanjutan ekosistem ekonomi kreatif Jawa Timur.

Melalui kunjungan ini, Backstagers  DPD Jatim menegaskan posisinya sebagai wadah yang peduli, mendukung, dan memperjuangkan keberlanjutan sektor ekonomi kreatif, khususnya industri event management. Backstagers DPD Jatim berharap kebijakan efisiensi anggaran dapat dijalankan secara lebih proporsional, dengan tetap mempertimbangkan dampak ekonomi, sosial, dan ketenagakerjaan yang ditimbulkan bagi pelaku industri di daerah.

Tentang Backstagers Jawa Timur

Backstagers Jawa Timur merupakan bagian dari Backstagers Indonesia, asosiasi nasional para pelaku industri event management.

Didirikan sebagai ruang kolaborasi, pengembangan kompetensi, dan advokasi industri, Backstagers hadir untuk memperkuat profesionalisme serta membuka peluang pertumbuhan industri event secara berkelanjutan.

Kontak Media:
Email: sekretariat@backstagersjatim.id
Instagram: @backstagers.jatim
Website: backstagersjatim.id